Di dalam blog ini tersedia pengumuman dan informasi terbaru.
Datum: Donnerstag, der 01. Januar 2026
Uhrzeit: 17 Uhr
Ort: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Predigttext ausJahreslosung 2026 Offenbarung 21,5
Gott spricht: „Siehe, ich mache alles neu“
(Lutherbibel 2017)
Predigt: Pfarrerin Junita Rondonuwu-Lasut (Evangelische Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main)
Musik: Jürgen Banholzer
Ehrenamtlicher Dienst zum Neujahrstag
Liturgie: Pfrin. Junita Rondonuwu-Lasut
Schriftlesung: Aditya Dolontelide
Medien Technik: Yosua Rondonuwu
Abkündigung: Jens Balondo
Schlüsseldienst: Pfrin. Junita Rondonuwu-Lasut und Carsten Schwöbel
Tanggal: Kamis, 01 Januari 2026
Waktu: Pukul 15:00
Tempat: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Teks Khotbah dariFirman Penuntun Tahunan 2026 Wahyu 21:5
Tuhan Allah berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!"
(Alkitab Terjemahan Baru 1974)
Khotbah: Pendeta Junita Rondonuwu-Lasut (Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main)
Musik: Jürgen Banholzer
Pemberitahuan Pelayanan Hari Tahun Baru
Liturgi: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut
Pembacaan Alkitab: Aditya Dolontelide
Media Tehnik: Yosua Rondonuwu
Berita Jemaat: Jens Balondo
Kunci: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut und Carsten Schwöbel
Datum: Mittwoch, der 31. Dezember 2025
Uhrzeit: 15 Uhr
Ort: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Predigttext ausHebräer 13, 8-9b
Jesus Christus gestern und heute und derselbe auch in Ewigkeit. Lasst euch nicht durch mancherlei und fremde Lehren umtreiben, denn es ist ein köstlich Ding, dass das Herz fest werde, welches geschieht durch Gnade
(Lutherbibel 2017)
Predigt: Pfarrerin Junita Rondonuwu-Lasut (Evangelische Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main)
Musik: Paula Sabrina
Ehrenamtlicher Dienst zum Altjahrsabend
Liturgie: Pfrin. Junita Rondonuwu-Lasut
Schriftlesung: Jose Evander Sutama
Abendmahl: Kirchenvorstand
Medien Technik: Yosua Rondonuwu
Schlüsseldienst: Kirchenvorstand
Folgende Vorbereitungen können Sie für die Teilnahme zum Abendmahl von zu Hause aus treffen.
Vorbereitungen zum Abendmahl:
Glas und Wein:
1. Bereiten Sie Gläschen entsprechend der Anzahl der Abendmahlteilnehmer vor. Wenn keine Gläschen vorhanden sind, können Sie auch normale Trinkwassergläser verwenden.
2. Bereiten Sie den Wein vor. Optional können Sie auch einen Traubensaft oder sonstige Säfte verwenden.
3. Stellen Sie alles auf dem Tisch bereit.
Brot:
1. Das Brot kann Toast oder auch normales Brot sein.
2. Das Brot kann in rechteckige Stückchen geschnitten oder zerbrochen werden.
Abendmahltisch:
Stellen Sie alles, was Sie für das Abendmahl brauchen, auf den Tisch. Wenn vorhanden, können Sie ebenfalls Kerzen und einen Kreuz aufstellen.
Tanggal: Mittwoch, 31 Desember 2025
Waktu: Pukul 15:00
Tempat: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Teks Khotbah dariIbrani 13, 8-9b
Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. Janganlah kamu disesatkan oleh berbagai-bagai ajaran asing. Sebab yang baik ialah, bahwa hati kamu diperkuat dengan kasih karunia.
(Alkitab Terjemahan Baru 1974)
Khotbah: Pendeta Junita Rondonuwu-Lasut (Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main)
Musik: Paula Sabrina
Pemberitahuan Pelayanan pada hari menutup Tahun
Liturgi: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut
Pembacaan Alkitab: Jose Evander Sutama
Perjamuan Kudus: Majelis Jemaat
Media Tehnik: Yosua Rondonuwu
Kunci: Majelis Jemaat
Dibawah ini petunjuk untuk Perjamuan Kudus dirumah pada hari Minggu
Perlengkapan yang disiapkan
Gelas dan Anggur:
1. Siapkan sloki sesuai dengan jumlah peserta perjamuan. Jika tidak ada sloki, pakai gelas weine. Jika tidak ada gelas weine, boleh pakai gelas air minum biasa.
2. Siapkan anggur (Wein). Jika tidak ada Wein boleh gunakan trauben saft. Jika tidak ada traubensaft boleh pakai saft apa saja.
3. Tuangg Weine atau saft kedalam sloki atau gelas secukupnya.
Roti:
1. Roti boleh roti Toast atau roti biasa.
2. Roti boleh dipotong segi empat teratur, atau dicabik (dipecahkan).
Meja Perjamuan:
Taruh peralatan perjamuan Kudus diatas meja. Pasang lilin, khiasan salib (kalau ada).
Datum: Sonntag, der 28. Dezember 2025
Uhrzeit: 15 Uhr
Ort: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Predigttext ausLukas 2, 10 – 11
Und der Engel sprach zu ihnen: Fürchtet euch nicht! Siehe, ich verkündige euch große Freude, die allem Volk widerfahren wird; 11 denn euch ist heute der Heiland geboren, welcher ist Christus, der Herr, in der Stadt Davids.
(Lutherbibel 2017)
Predigt: Pfarrer Dr. Andar Pasaribu Parlindungan (Vereinte Evangelische Mission - VEM)
Musik: Sonya Mboeik
Ehrenamtlicher Dienst zum Sonntag nach dem Christfest
Liturgie: Lektorin Inke Rondonuwu
Schriftlesung: Clarissa Mboeik
Medien Technik: Jens Balondo
Abkündigung: Aditya Dolontelide
Schlüsseldienst: Aditya Dolontelide
Vorbereitungen Gemeindetreff: Gruppe Sukacita
Tanggal: Minggu, 23 November 2025
Waktu: Pukul 15:00
Tempat: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Teks Khotbah dariLukas 2, 10 – 11
Lalu kata malaikat itu kepada mereka: ”Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: 11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
(Alkitab Terjemahan Baru 1974)
Khotbah: Pendeta Dr. Andar Pasaribu Parlindungan (United Evangelical Mission - UEM)
Musik: Sonya Mboeik
Pemberitahuan Pelayanan Hari Minggu Minggu setelah Natal
Liturgi: Lektor Inke Rondonuwu
Pembacaan Alkitab: Clarissa Mboeik
Media Tehnik: Jens Balondo
Berita Jemaat: Aditya Dolontelide
Kunci: Aditya Dolontelide
Persiapan pertemuan Jemaat: Kelompok Sukacita
Tanggal: 25.12.2025
Tempat: Alte Nikolaikirche, Römerberg · Frankfurt am Main
Pada tanggal 25 Desember 2025, kami merayakan Ibadah Natal bersama. Pesan Natal menjadi pusat perayaan: sebagai tanda kedekatan Allah dengan kita—dan sekaligus panggilan untuk mencari serta mewujudkan damai sejahtera: dalam kebersamaan kita dan dalam tanggung jawab kita atas seluruh ciptaan.
Berikut khotbah Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut secara lengkap:
Jemaat yang terkasih,
Natal adalah peristiwa Allah menjadi manusia di dalam dunia untuk menyelamatkan kita. Namun, mengapa Allah harus turun ke dunia?
Yohanes 3:16 berkata: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Karena itu, alasan pertama adalah: Allah mengasihi dunia ini. Dengan sengaja yang disebut adalah “dunia”, bukan hanya manusia. Kasih Allah mencakup seluruh ciptaan.
Allah turun ke dunia untuk menjumpai ciptaan-Nya. Udara, bumi, air, hutan, serta semua hewan dan tumbuhan dikasihi oleh Allah.
Ketika para malaikat memberitakan kelahiran Yesus, mereka bernyanyi: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
Melalui kelahiran Yesus, Allah dimuliakan dan damai sejahtera di bumi dinyatakan. Sekali lagi penekanannya adalah: di bumi.
Damai sejahtera di bumi menggambarkan keadaan hidup yang harmonis antara bumi, air, udara, tumbuhan, hewan, dan manusia. Hidup dalam keseimbangan.
Di Sumatra Utara, banyak orang Kristen saat ini tidak dapat merayakan Natal seperti biasanya. Tidak ada pohon Natal, tidak ada makanan yang sehat, dan tidak ada air minum, karena sawah dan rumah mereka hancur diterjang banjir. Banjir ini terjadi karena hutan tropis besar di Sumatra sudah dirusak. Di tempatnya kini berdiri kebun kelapa sawit dan pertambangan—baik yang legal maupun ilegal.
Tragisnya, para perusak itu adalah perusahaan-perusahaan yang berkantor pusat di ibu kota Jakarta. Namun akibatnya harus ditanggung oleh masyarakat di Sumatra.
Dari contoh ini kita juga melihat bahwa banyak orang Kristen tidak memandang pelestarian hutan dan satwa liar sebagai bagian dari pemberitaan Injil.
Injil dipahami secara sederhana hanya sebagai kabar baik tentang keselamatan manusia, dan bukan juga tentang “keselamatan” hutan, air, udara, serta hewan. Misi gereja seolah-olah dibatasi hanya pada keselamatan jiwa manusia.
Padahal Allah datang ke dunia untuk seluruh ciptaan yang dikasihi-Nya. Yesus datang untuk damai sejahtera di bumi.
Ciptaan yang rusak juga berarti rusaknya ruang hidup manusia.
Kita tidak boleh lupa: merusak alam adalah bentuk pemberontakan terhadap Allah. Kita merusak “biji mata” Allah.
Saya mendengar di radio tentang tema besar kesepian di Jerman. Ini menyangkut orang-orang lanjut usia yang tinggal sendirian saat Natal, tidak memiliki sahabat, tidak memiliki keluarga. Atau mereka memiliki keluarga, tetapi hubungan keluarga itu menjadi renggang.
Saya pikir ini adalah tragedi besar kemanusiaan pada hari Natal. Di Indonesia, terjadi tragedi alam.
Kiranya kasih Yesus menghibur dan menyertai orang-orang yang kesepian.
Kiranya kasih Yesus menggerakkan kita untuk membagikan kehangatan kepada semua korban bencana di Sumatra.
Kiranya pesan Natal membawa damai bagi Ukraina.
Kiranya hutan tropis mengalami kasih Yesus—juga orangutan dan gajah di Sumatra yang terancam punah. Kiranya damai Natal hadir bagi seluruh ciptaan.
Hari ini kita merayakan Natal di tengah banyak perubahan dan ketidakpastian tentang masa depan kita. Kiranya kita tetap menjadi alat kasih Allah.
Ibadah Natal dapat Anda saksikan sebagai siaran langsung/rekaman tanggal 25.12. di sini:
Predigttext ausJohannes 1, 1-5; 9-14
Im Anfang war das Wort, und das Wort war bei Gott, und Gott war das Wort. 2 Dasselbe war im Anfang bei Gott. 3 Alle Dinge sind durch dasselbe gemacht, und ohne dasselbe ist nichts gemacht, was gemacht ist. 4 In ihm war das Leben, und das Leben war das Licht der Menschen. 5Und das Licht scheint in der Finsternis, und die Finsternis hat’s nicht ergriffen. 9 Das war das wahre Licht, das alle Menschen erleuchtet, die in diese Welt kommen. 10 Es war in der Welt, und die Welt ist durch dasselbe gemacht; und die Welt erkannte es nicht. 11 Er kam in sein Eigentum; und die Seinen nahmen ihn nicht auf. 12 Wie viele ihn aber aufnahmen, denen gab er Macht, Gottes Kinder zu werden: denen, die an seinen Namen glauben, 13 die nicht aus menschlichem Geblüt noch aus dem Willen des Fleisches noch aus dem Willen eines Mannes, sondern aus Gott geboren sind. 14 Und das Wort ward Fleisch und wohnte unter uns, und wir sahen seine Herrlichkeit, eine Herrlichkeit als des eingeborenen Sohnes vom Vater, voller Gnade und Wahrheit.
(Lutherbibel 2017)
Predigt: Pfarrerin Junita Rondonuwu-Lasut (Evangelische Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main)
Musik: Leandro Christian
Ehrenamtlicher Dienst zum Heiligabend
Liturgie: Viktor Aritonang
Schlüsseldienst: Kirchenvorstand
Teks Khotbah dariJohannes 1: 1-5; 9-14
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 5Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. 9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. 10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. 14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
(Alkitab Terjemahan Baru 1974)
Khotbah: Pendeta Junita Rondonuwu-Lasut (Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main)
Musik: Leandro Christian
Pemberitahuan Pelayanan Hari Natal
Liturgi: Viktor Aritonang
Kunci: Maelis Jemaat