Di dalam blog ini tersedia pengumuman dan informasi terbaru.
Datum: Sonntag, 24.05.2026
Uhrzeit: 15 Uhr
Ort:
Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Predigttext ausApostelgeschichte 2, 1-13
Und als der Pfingsttag gekommen war, waren sie alle beieinander an einem Ort. 2 Und es geschah plötzlich ein Brausen vom Himmel wie von einem gewaltigen Sturm und erfüllte das ganze Haus, in dem sie saßen. 3 Und es erschienen ihnen Zungen, zerteilt und wie von Feuer, und setzten sich auf einen jeden von ihnen, 4 und sie wurden alle erfüllt von dem Heiligen Geist und fingen an zu predigen in andern Sprachen, wie der Geist ihnen zu reden eingab. 5 Es wohnten aber in Jerusalem Juden, die waren gottesfürchtige Männer aus allen Völkern unter dem Himmel. 6 Als nun dieses Brausen geschah, kam die Menge zusammen und wurde verstört, denn ein jeder hörte sie in seiner eigenen Sprache reden. 7 Sie entsetzten sich aber, verwunderten sich und sprachen: Siehe, sind nicht diese alle, die da reden, Galiläer? 8 Wie hören wir sie denn ein jeder in seiner Muttersprache? 9 Parther und Meder und Elamiter und die da wohnen in Mesopotamien, Judäa und Kappadozien, Pontus und der Provinz Asia, 10 Phrygien und Pamphylien, Ägypten und der Gegend von Kyrene in Libyen und Römer, die bei uns wohnen, 11 Juden und Proselyten, Kreter und Araber: Wir hören sie in unsern Sprachen die großen Taten Gottes verkünden. 12 Sie entsetzten sich aber alle und waren ratlos und sprachen einer zu dem andern: Was will das werden? 13 Andere aber hatten ihren Spott und sprachen: Sie sind voll süßen Weins.
(Lutherbibel 2017)
Predigt: Pfrin. Junita Rondonuwu-Lasut (Ev. Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main / Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main)
Musik: Paula Sabrina
Einführung von zwei neuen Mitgliedern im Kirchenvorstand
In diesem Gottesdienst werden Veni Simanjuntak und Absalom Indra Gorgauli als neue Mitglieder im Kirchenvorstand der Ev. Indonesischen Kristusgemeinde Rhein-Main eingeführt.
Veni Simanjuntak
32 Jahre, Pflegefachkraft
Neues Mitglied im Kirchenvorstand EIKG
Aylwin Absalom Indra Gorgauli
28 Jahre, Wirtschaftsprüfungsassistent
Neues Mitglied im Kirchenvorstand EIKG
Ehrenamtlicher Dienst zu Pfingstsonntag und Einführung von zwei neuen Mitgliedern im Kirchenvorstand
Liturgie: Pfrin. Junita Rondonuwu-Lasut
Schriftlesung: Kezia Manurung
Medien Technik: Rizky Pongdatu
Abkündigung: Aditya Dolontelide
Schlüsseldienst: Pfrin. Junita Rondonuwu-Lasut
Vorbereitungen Gemeindetreff: Gruppe Damai sejahtera
Unsere Kontodaten für Kollekten und Spenden können aus unserer Webseite entnommen werden.
Ganz wichtig! Bei Onlineüberweisungen bitte nicht vergessen den Verwendungszweck RT1623 / 24.05.2026 anzugeben.
Tanggal: Minggu, 24.05.2026
Waktu: Pukul 15:00
Tempat:
Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Teks Khotbah dariKisah Para Rasul 2, 1-13
Ketika tiba hari Pentakosta, mereka semua berkumpul di satu tempat. 2 Tiba-tiba terdengarlah bunyi dari langit seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; 3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti lidah api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 4 Lalu mereka semua dipenuhi dengan Roh Kudus dan mulai berbicara dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakan. 5 Waktu itu di Yerusalem tinggal orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. 6 Ketika terdengar bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka terkejut karena mereka masing-masing mendengar orang-orang percaya itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. 7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata, "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? 8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa tempat kita dilahirkan; 9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, 10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, 11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah." 12 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain, "Apa artinya ini?" 13 Tetapi yang lain menyindir, "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."
(Alkitab Terjemahan Baru 1974)
Khotbah: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut (Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main)
Musik: Paula Sabrina
Peneguhan dua anggota baru Majelis Jemaat
Dalam ibadah ini, Veni Simanjuntak dan Absalom Indra Gorgauli akan diperkenalkan sebagai anggota baru Majelis Gereja Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main.
Veni Simanjuntak
32 Jahre, Profesional Keperawatan
Anggota baru Majelis JKI
Aylwin Absalom Indra Gorgauli
28 Jahre, Asisten Audit
Anggota baru Majelis JKI
Pelayanan sukarela untuk hari Minggu Pentakosta dan perkenalan dua anggota baru Majelis Gereja
Liturgi: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut
Pembacaan Alkitab: Kezia Manurung
Media Teknik: Rizky Pongdatu
Berita Jemaat: Aditya Dolontelide
Kunci: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut
Persiapan pertemuan Jemaat: Kelompok Damai sejahtera
Data rekening kami untuk kolekte dan persembahan dapat dilihat di situs web kami.
Sangat penting! Untuk transfer online, jangan lupa menuliskan tujuan pembayaran RT1623 / 24.05.2026.
Datum: Sonntag, der 17. Mai 2026
Uhrzeit: 15 Uhr
Ort: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Predigttext ausJeremia 31, 31–34
Siehe, es kommt die Zeit, spricht der HERR, da will ich mit dem Hause Israel und mit dem Hause Juda einen neuen Bund schließen, 32 nicht wie der Bund gewesen ist, den ich mit ihren Vätern schloss, als ich sie bei der Hand nahm, um sie aus Ägyptenland zu führen, mein Bund, den sie gebrochen haben, ob ich gleich ihr Herr war, spricht der HERR; 33 sondern das soll der Bund sein, den ich mit dem Hause Israel schließen will nach dieser Zeit, spricht der HERR: Ich will mein Gesetz in ihr Herz geben und in ihren Sinn schreiben, und ich will ihr Gott sein und sie sollen mein Volk sein. 34 Und es wird keiner den andern noch ein Bruder den andern lehren und sagen: »Erkenne den HERRN«, denn sie sollen mich alle erkennen, beide, Klein und Groß, spricht der HERR; denn ich will ihnen ihre Missetat vergeben und ihrer Sünde nimmermehr gedenken.
(Lutherbibel 2017)
Predigt: Pfrin. Junita Rondonuwu-Lasut (Ev. Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main)
Musik: Sonya Mboeik
Ehrenamtlicher Dienst zu Exaudi
Liturgie: Pfrin. Junita Rondonuwu-Lasut
Schriftlesung: Clarissa Mboeik
Medien Technik: Jose Sutama
Abkündigung: Aditya Dolontelide
Schlüsseldienst: Pfrin. Junita Rondonuwu-Lasut
Vorbereitungen Gemeindetreff: Gruppe Puji Syukur
Unsere Kontodaten für Kollekten und Spenden können aus unserer Webseite entnommen werden.
Ganz wichtig! Bei Onlineüberweisungen bitte nicht vergessen den Verwendungszweck RT1623 / [Datum] anzugeben.
Tanggal: Minggu, 17 Mei 2026
Waktu: Pukul 15:00
Tempat: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Teks Khotbah dariYeremia 31, 31–34
Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, 31:32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. 31:33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 31:34 Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."
(Alkitab Terjemahan Baru 1974)
Khotbah: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut (Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main)
Musik: Sonya Mboeik
Pelayanan sukarela pada hari Minggu - Exaudi
Liturgi: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut
Pembacaan Alkitab: Clarissa Mboeik
Media Teknik: Jose Sutama
Berita Jemaat: Aditya Dolontelide
Kunci: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut
Persiapan Pertemuan Jemaat: Kelompok Puji Syukur
Data rekening kami untuk kolekte dan persembahan dapat dilihat di website kami.
Sangat penting! Untuk transfer online, jangan lupa menulis tujuan pembayaran RT1623 / [Tanggal].
Kita terus berjalan – bukan karena langkah ini mudah, tetapi karena kita ingin membangun masa depan jemaat yang dapat berjalan dengan baik dalam keadaan yang berubah.
– Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main, menuju perpindahan ke Lutherkirche
Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main memasuki satu tahap baru pada tahun 2026. Setelah bertahun-tahun berada di pusat kota Frankfurt, di sekitar Römerberg, Saalgasse, Evangelisches Gemeindehaus Hinter dem Lämmchen, Alte Nikolaikirche, dan Evangelische Akademie, pusat kegiatan rutin jemaat kita akan berpindah ke Lutherkirche di Frankfurt Nordend.
Langkah ini bukan berarti kita dengan bebas meninggalkan sejarah kita di Römerberg. Ini adalah jawaban terhadap perubahan keadaan: perubahan ruangan, bangunan, dan struktur gereja. Kirchenvorstand kita telah membicarakan dan mempertimbangkan langkah ini dengan sungguh-sungguh. Dari proses itu menjadi jelas: jemaat kita tidak meninggalkan sejarahnya, tetapi mencari jalan yang dapat dipercaya untuk masa depan.
Kita juga ingin menjelaskan langkah ini dengan terbuka. Kita memahami bahwa EKHN dan Evangelische Kirche in Frankfurt und Offenbach menghadapi banyak tantangan dalam proses EKHN 2030. Kita mengerti bahwa gedung, ruangan, dan struktur gereja harus diatur kembali. Tetapi kita juga mengalami bahwa jemaat internasional dan kebutuhan khususnya tidak cukup diperhatikan sejak awal dan tidak cukup dilibatkan pada waktu yang tepat.
Alte Nikolaikirche di Römerberg, ruangan-ruangan di sekitar Saalgasse, Evangelisches Gemeindehaus Hinter dem Lämmchen, dan Evangelische Akademie tidak pernah hanya menjadi tempat fungsional bagi jemaat kita. Tempat-tempat ini menjadi bagian dari identitas rohani, ekumenis, dan persekutuan kita.
Hubungan panjang dengan St. Paulsgemeinde sangat membentuk jemaat kita. Selama bertahun-tahun kita dapat menghidupkan ruangan bersama, membuka perjumpaan, dan ikut memberi kehidupan gerejawi di pusat kota Frankfurt. Dari situ tumbuh bukan hanya pemakaian ruangan, tetapi kehidupan bertetangga yang nyata.
Kita sudah pernah menulis sejarah jemaat kita secara lebih lengkap dalam artikel jubileum „20 Tahun JKI – Perjalanan Iman dan Kebersamaan di Kota Frankfurt“ . Karena itu, artikel ini tidak ingin mengulang semua sejarah secara rinci. Artikel ini lebih ingin menjelaskan: Mengapa kita perlu menata ulang tempat kegiatan jemaat? Apa yang kita bawa dari sejarah kita? Apa yang berubah melalui perpindahan ini? Dan bagaimana kita dapat melanjutkan kehidupan jemaat dengan lebih pasti dalam keadaan yang baru?
Sejarah ini tetap penting bagi kita. Sejarah ini menunjukkan bahwa jemaat internasional bukan hanya memakai ruangan gereja. Jemaat internasional juga ikut membentuk kehidupan gereja. Selama bertahun-tahun jemaat kita merayakan ibadah, mengadakan Gemeindetreff, mendampingi banyak orang, membuka perjumpaan budaya dan ekumenis, serta ikut menghidupkan ruang-ruang gereja di pusat kota Frankfurt.
Karena itu, perubahan sekarang tidak mudah bagi kita. Yang berubah bukan hanya soal organisasi atau jadwal ruangan. Yang juga tersentuh adalah hubungan yang sudah lama tumbuh, jalan-jalan yang sudah biasa kita lalui, dan tempat-tempat yang menyimpan banyak kenangan. Pada saat yang sama, kita melihat bahwa keadaan bangunan dan struktur gereja sudah berubah. Ruangan di sekitar Saalgasse tidak lagi dapat direncanakan seperti dulu. Pemakaian Gemeindehaus Hinter dem Lämmchen juga menjadi tidak pasti. Proses EKHN 2030 membawa penataan ulang terhadap banyak ruang gereja.
Dalam proses ini juga menjadi jelas bagi kita bahwa kebutuhan khusus jemaat internasional sebagai Personalgemeinde tidak selalu sejak awal ikut dipikirkan dengan cukup. Jemaat internasional sering memiliki jumlah anggota resmi yang lebih sedikit dibanding jemaat parokial. Tetapi pemakaian nyata sering sangat tinggi. Banyak orang datang dari wilayah yang luas, bukan hanya dari satu lingkungan kecil. Di jemaat kita, orang datang dari berbagai kota di Rhein-Main, dengan perjalanan yang cukup jauh, karena mereka membutuhkan ibadah, persekutuan, percakapan, dan tempat yang dapat dipercaya.
Karena itu, perpindahan ini bagi kita membawa rasa sedih, tetapi juga tanggung jawab. Kita merasa sayang bahwa kehadiran tetap kita di Römerberg dan kerja sama panjang di tempat itu akan berubah. Namun dalam waktu yang singkat, kita dapat menemukan jalan yang dapat dijalani bersama. Dengan Lutherkirche, kehidupan jemaat dapat terus berjalan, dan pada saat yang sama ruang gereja tetap dapat dipakai dan dihidupkan dalam semangat Solidargemeinschaft. Lutherkirche bukan hanya tempat baru, tetapi juga kesempatan baru untuk melanjutkan panggilan kita sebagai jemaat evangelis internasional dalam EKHN.
Salah satu alasan penting adalah rencana berakhirnya pemakaian dan pembongkaran ruangan yang selama ini dipakai di sekitar Saalgasse. Di sana ada ruangan penting untuk kantor jemaat, persiapan, perlengkapan, penyimpanan, dan pekerjaan organisasi. Di masa depan, pemakaian seperti dulu tidak lagi dapat dijamin.
Selain itu, dalam proses konsep gedung Nachbarschaftsräume dan pembagian A-, B- dan C-Flächen, muncul keadaan baru. Walaupun jemaat kita sebagai Personalgemeinde internasional tidak masuk ke struktur Nachbarschaftsraum seperti gereja parokial biasa, proses itu tetap berdampak langsung pada kebutuhan ruangan kita.
Kirchenvorstand melihat bahwa jemaat kita terlambat dilibatkan dalam keputusan dan proses sebelumnya. Yang terasa berat adalah bahwa perubahan di sekitar Saalgasse dan juga masa depan pemakaian yang selama ini dapat dipercaya di Hinter dem Lämmchen sudah berjalan jauh, sebelum bersama jemaat kita dicari solusi yang cukup sesuai.
Hal ini menimbulkan rasa kecewa dan tidak puas. Bukan karena kita menolak perubahan, tetapi karena jemaat internasional sering tidak cocok dengan pola perencanaan yang biasa. Jemaat seperti kita mungkin mempunyai jumlah anggota formal yang lebih sedikit dibandingkan banyak gereja parokial, tetapi pada hari Minggu dan dalam kegiatan khusus kita menjangkau banyak orang dari seluruh Rhein-Main dan bahkan lebih jauh.
Dalam jemaat internasional, banyak kehidupan jemaat terkumpul pada hari Minggu. Ibadah adalah pusat rohani, tetapi tidak selesai begitu saja setelah berkat penutup. Pesan teologis dari khotbah dibawa ke dalam Gemeindetreff setelah ibadah. Di sana orang berbicara, makan bersama, bertanya, menolong, menerjemahkan, menjelaskan, menguatkan, memberi nasihat, dan hidup sebagai persekutuan.
Orang datang ke ibadah dan Gemeindetreff bukan hanya dari satu lingkungan kota. Mereka datang dari Frankfurt, Mainz, Hanau, Fulda, Lampertheim dan banyak tempat lain di wilayah Rhein-Main. Di sana bertemu generasi pertama, kedua dan ketiga, keluarga, anak muda, mahasiswa, tenaga kerja baru dari Indonesia, dan orang-orang yang merasa dekat dengan jemaat kita.
Karena itu, jemaat internasional tidak dapat hanya dinilai dengan ukuran yang sama seperti gereja parokial. Jika perencanaan terlalu kuat bergantung pada jumlah anggota formal, batas wilayah gereja, atau logika ruangan klasik, jemaat internasional mudah tertekan. Kehadiran nyata, pemakaian yang tinggi, arti budaya dan pastoral, serta fungsi sebagai jembatan antara asal-usul dan kehidupan baru perlu diperhatikan secara khusus.
Sampai sekarang, aturan khusus yang tidak dipikirkan sejak awal masih banyak menyita waktu dan tenaga kita. Tetapi pengalaman ini juga menunjukkan bahwa gereja yang beragam membutuhkan struktur yang sungguh melihat bentuk jemaat internasional dan jemaat dengan pengalaman migrasi.
Setelah banyak pertimbangan, Kirchenvorstand melihat Lutherkirche sebagai solusi yang saat ini paling tepat dan paling dapat dipertanggungjawabkan untuk masa depan ruangan jemaat. Lutherkirche memberi kemungkinan untuk mengumpulkan bagian penting dari kehidupan jemaat di satu tempat: ibadah, Gemeindetreff, kantor jemaat, perjumpaan, kelompok-kelompok, serta ruangan pendukung yang diperlukan.
Dengan demikian, jemaat mendapat dasar yang lebih dapat dipercaya untuk tahun-tahun mendatang. Jemaat tidak perlu lagi terlalu banyak berpindah atau berimprovisasi di beberapa tempat. Jalan, kesepakatan, dan tanggung jawab dapat menjadi lebih jelas. Ini penting karena kehidupan jemaat kita sangat bergantung pada hari Minggu yang terencana dengan baik.
Perpindahan ke Lutherkirche juga dibicarakan dalam hubungan dengan pertanyaan bagaimana ruangan gereja dapat tetap berada dalam pemakaian gerejawi. Dengan pemakaian C-Flächen di Lutherkirche, kebutuhan ruangan jemaat kita terhubung dengan tanggung jawab bersama. Kita ikut memberi kontribusi kepada Solidargemeinschaft Evangelische Kirche in Frankfurt und Offenbach dan kepada kelanjutan pemakaian gerejawi di Lutherkirche.
Dalam waktu yang cukup singkat, kita kembali berhasil menemukan solusi yang tidak hanya membantu jemaat kita, tetapi juga mendukung tanggung jawab bersama atas ruang-ruang gereja. Ini penting bagi kita: kita bukan kasus khusus di luar gereja, tetapi bagian dari tanggung jawab gereja bersama.
Alte Nikolaikirche dan Römerberg tetap mempunyai arti rohani, sejarah, dan ekumenis yang sangat penting bagi jemaat kita. Tempat ini menjadi tanda kehadiran jemaat evangelis internasional di pusat kota Frankfurt selama bertahun-tahun. Banyak orang menghubungkan tempat ini dengan ibadah, perayaan, perjumpaan, kenangan pribadi, dan rasa bahwa jemaat Indonesia terlihat di tengah kota.
Karena itu, perpindahan ke Lutherkirche bukan berarti hubungan dengan Römerberg selesai. Yang berubah adalah pusat kegiatan rutin jemaat. Keadaan ruangan sebelumnya, terutama di sekitar Saalgasse dan Gemeindehaus Hinter dem Lämmchen, semakin sulit direncanakan dengan pasti. Dengan Lutherkirche, jemaat mendapatkan pusat baru untuk ibadah, kegiatan jemaat, perjumpaan, kantor jemaat, dan kebutuhan praktis lainnya.
Pada saat yang sama, bagi kita tetap penting bahwa hubungan rohani dan ekumenis dengan pusat kota Frankfurt tetap terlihat. Alte Nikolaikirche mengingatkan kita bahwa jemaat kita tidak hanya pernah memakai sebuah ruangan, tetapi juga ikut menghidupkan kehidupan gereja di Römerberg selama bertahun-tahun.
Evangelische Akademie juga tetap menjadi tempat yang sangat penting bagi kita. Tempat ini berdiri untuk dialog, keterbukaan, dan perjumpaan antara gereja, masyarakat, budaya, dan agama-agama. Terutama kegiatan Natal kita di sana telah menjadi perjumpaan yang penting secara ekumenis, interreligius, dan jemaat.
Karena itu, hubungan dengan Evangelische Akademie sedapat mungkin tetap dilanjutkan. Secara khusus, kegiatan pada tanggal 24 Desember di Evangelische Akademie serta tanggal 25 Desember dalam hubungan dengan Alte Nikolaikirche dan Evangelische Akademie tetap menjadi titik penting dalam tahun gerejawi kita.
Hari-hari ini bagi kita bukan hanya tanggal acara. Di sana orang dari berbagai asal, gereja, agama, dan pengalaman hidup dapat bertemu. Di sana terlihat bahwa jemaat kita tetap ingin membangun jembatan: antara Indonesia dan Jerman, antara jemaat internasional dan gereja evangelis, antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Bahwa hubungan ini sedapat mungkin tetap dilanjutkan adalah tanda penting bagi kita: pusat kegiatan rutin jemaat memang berpindah, tetapi hubungan rohani dan ekumenis yang telah lama tumbuh dengan pusat kota Frankfurt tidak kita tinggalkan.
Kita merasa sedih dengan perkembangan ini. Kehadiran internasional kita yang tetap di Römerberg akan berubah. Sebagian dari kerja sama panjang di tempat itu tidak akan terlihat lagi dalam bentuk yang sama. Banyak kenangan, kebiasaan, dan jalan yang akrab terhubung dengan Saalgasse, Gemeindehaus Hinter dem Lämmchen, Alte Nikolaikirche, dan Evangelische Akademie.
Pada saat yang sama, kita tidak hanya ingin melihat apa yang hilang. Kita juga melihat bahwa gereja secara keseluruhan menghadapi keputusan yang sulit. Gedung, ruangan, dan struktur harus diatur kembali. Tetapi proses seperti ini membutuhkan perhatian yang lebih sensitif terhadap jemaat internasional, karena arti jemaat seperti kita tidak dapat hanya dilihat dari jumlah anggota formal atau wilayah gereja klasik.
Langkah kita menuju Lutherkirche juga menjadi tanda: jemaat internasional dapat dan mau mengambil tanggung jawab. Tetapi jemaat internasional membutuhkan keterlibatan sejak awal, kesepakatan yang dapat dipercaya, dan keadaan yang sungguh memperhatikan bentuk khusus kehidupan jemaatnya.
Kirchenvorstand memahami perpindahan ke Lutherkirche sebagai pengaturan baru yang diperlukan untuk kehidupan ruang jemaat. Tujuannya adalah menstabilkan pekerjaan jemaat, membuat proses organisasi menjadi lebih sederhana, dan memberi dasar yang dapat dipercaya untuk tahun-tahun mendatang.
Ibadah rutin, Gemeindetreff, kantor jemaat, perjumpaan, kelompok-kelompok, dan ruangan pendukung yang diperlukan akan lebih dekat dalam satu tempat. Dengan demikian, jemaat dapat melanjutkan pekerjaannya dalam keadaan baru secara dapat dipercaya, terlihat, dan bertanggung jawab.
Pfarrwohnung di Evangelisches Gemeindehaus Hinter dem Lämmchen tidak terkena perubahan ini dan tetap berada di tempat yang sama.
Perpindahan ke Lutherkirche adalah langkah yang besar bagi kita. Ini berarti berpisah dari jalan dan tempat yang sudah lama akrab. Ini berarti mengatur ulang banyak hal, banyak percakapan, dan juga beban emosional.
Tetapi ini juga berarti awal baru. Kita terus berjalan sebagai Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main, sebagai Evangelische Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main dalam EKHN, sebagai jembatan antara Indonesia dan Jerman, antara jemaat internasional dan gereja evangelis, antara asal-usul, masa kini, dan masa depan.
Kita menjalani jalan ini dengan syukur atas apa yang telah bertumbuh di pusat kota Frankfurt. Kita juga menjalaninya dengan rasa sedih bahwa jemaat internasional tidak cukup dipikirkan sejak awal dalam proses-proses ini. Dan kita menjalaninya dengan harapan bahwa pengalaman ini akan membawa perhatian yang lebih baik terhadap jemaat internasional di masa depan.
Kita tidak meninggalkan sejarah kita. Kita merespons keadaan yang berubah untuk menjaga masa depan kita – dan untuk tetap menjadi rumah rohani bagi orang Kristen berbahasa Indonesia, orang dengan latar belakang Indonesia-Jerman, dan orang Kristen internasional di wilayah Rhein-Main.
Informasi lebih lengkap tentang sejarah jemaat kita dapat dibaca dalam artikel jubileum „20 Tahun JKI – Perjalanan Iman dan Kebersamaan di Kota Frankfurt“ .
Foto dan video lainnya dapat dilihat di kanal media sosial kami: Instagram, Facebook dan YouTube.
Datum: Sonntag, der 10. Mai 2026
Uhrzeit: 15 Uhr
Ort:
Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Predigttext ausMatthäus 6, 5-15
Und wenn ihr betet, sollt ihr nicht sein wie die Heuchler, die gern in den Synagogen und an den Straßenecken stehen und beten, um sich vor den Leuten zu zeigen. Wahrlich, ich sage euch: Sie haben ihren Lohn schon gehabt. 6 Wenn du aber betest, so geh in dein Kämmerlein und schließ die Tür zu und bete zu deinem Vater, der im Verborgenen ist; und dein Vater, der in das Verborgene sieht, wird dir’s vergelten. 7 Und wenn ihr betet, sollt ihr nicht viel plappern wie die Heiden; denn sie meinen, sie werden erhört, wenn sie viele Worte machen. 8 Darum sollt ihr ihnen nicht gleichen. Denn euer Vater weiß, was ihr bedürft, bevor ihr ihn bittet. 9 Darum sollt ihr so beten: Unser Vater im Himmel! Dein Name werde geheiligt. 10 Dein Reich komme. Dein Wille geschehe wie im Himmel so auf Erden. 11 Unser tägliches Brot gib uns heute. 12 Und vergib uns unsere Schuld, wie auch wir vergeben unsern Schuldigern. 13 Und führe uns nicht in Versuchung, sondern erlöse uns von dem Bösen. [Denn dein ist das Reich und die Kraft und die Herrlichkeit in Ewigkeit. Amen.] 14 Denn wenn ihr den Menschen ihre Verfehlungen vergebt, so wird euch euer himmlischer Vater auch vergeben. 15 Wenn ihr aber den Menschen nicht vergebt, so wird euch euer Vater eure Verfehlungen auch nicht vergeben.
(Lutherbibel 2017)
Predigt: Pfr. David Tulaar (Evangelische Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main)
Musik: Leandro Christian
Ehrenamtlicher Dienst zum Sonntag – Rogate
Liturgie: Viktor Aritonang
Kindergottesdienst: Yesica Balondo, Maresa Pakpahan
Schriftlesung: Ribkah Magdalena
Medien Technik: Yosua Rondonuwu
Abkündigung: Jens Balondo
Schlüsseldienst: Jens Balondo
Vorbereitungen Gemeindetreff: Gruppe Sukacita
Tanggal: Minggu, 10 Mei 2026
Waktu: Pukul 15:00
Tempat:
Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Teks Khotbah dariMatius 6:5-15
”Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. 7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. 8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. 9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, 10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya 12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; 13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.] 14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. 15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”
(Alkitab Terjemahan Baru 1974)
Khotbah: Pdt. David Tulaar (Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main)
Musik: Leandro Christian
Pelayanan sukarela pada hari Minggu Rogate
Liturgi: Viktor Aritonang
Ibadah Anak: Yesica Balondo, Maresa Pakpahan
Pembacaan Alkitab: Ribkah Magdalena
Media Teknik: Yosua Rondonuwu
Berita Jemaat: Jens Balondo
Kunci: Jens Balondo
Persiapan Pertemuan Jemaat: Kelompok Sukacita
Datum: Sonntag, 03.05.2026
Uhrzeit: 15 Uhr
Ort: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Predigttext aus2. Chronik 5, 2-5.12-14
Damals versammelte Salomo die Ältesten Israels und alle Oberhäupter der Stämme in Jerusalem, damit die Lade des Bundes des HERRN in den Tempel hinaufgebracht würde. 3 Alle Männer Israels kamen beim Fest zum König zusammen. 4 Als alle Ältesten Israels gekommen waren, nahmen die Leviten die Lade auf. 5 Sie brachten die Lade, das Zelt der Begegnung und die heiligen Geräte in den Tempel hinauf. 12 Alle levitischen Sänger und Musiker standen bereit mit Zimbeln, Harfen und Lauten, und mit ihnen Priester mit Trompeten. 13 Sie lobten den HERRN wie aus einem Mund; und als Gesang und Instrumente erklangen, wurde das Haus des HERRN von einer Wolke erfüllt. 14 Die Priester konnten wegen der Wolke nicht weiter dienen, denn die Herrlichkeit des HERRN erfüllte das Haus Gottes.
(Sinngemäße Wiedergabe nach 2. Chronik 5, 2-5.12-14; für den offiziellen Wortlaut bitte Lutherbibel 2017 einfügen.)
Predigt: Pfrin. Junita Rondonuwu-Lasut (Ev. Indonesische Kristusgemeinde Rhein-Main)
Musik: Leandro Christian
Ehrenamtlicher Dienst zum Sonntag – Kantate
Liturgie: Riany Lengkong
Schriftlesung: Niklas Balondo
Abendmahl: Kirchenvorstand
Medien Technik: Inke Rondonuwu
Abkündigung: Marsha Marcelina
Schlüsseldienst: Marsha Marcelina
Vorbereitungen Gemeindetreff: Gruppe Anugerah
Folgende Vorbereitungen können Sie für die Teilnahme zum Abendmahl von zu Hause aus treffen.
Vorbereitungen zum Abendmahl:
Glas und Wein:
1. Bereiten Sie Gläschen entsprechend der Anzahl der Abendmahlteilnehmer vor. Wenn keine Gläschen vorhanden sind, können Sie auch normale Trinkwassergläser verwenden.
2. Bereiten Sie den Wein vor. Optional können Sie auch einen Traubensaft oder sonstige Säfte verwenden.
3. Stellen Sie alles auf dem Tisch bereit.
Brot:
1. Das Brot kann Toast oder auch normales Brot sein.
2. Das Brot kann in rechteckige Stückchen geschnitten oder zerbrochen werden.
Abendmahltisch:
Stellen Sie alles, was Sie für das Abendmahl brauchen, auf den Tisch. Wenn vorhanden, können Sie ebenfalls Kerzen und einen Kreuz aufstellen.
Tanggal: Minggu, 03.05.2026
Waktu: Pukul 15:00
Tempat: Alte Nikolaikirche, Frankfurt am Main / Römerberg
Teks Khotbah dari2 Tawarikh 5:2-5, 12-14
Pada waktu itu Salomo mengumpulkan para tua-tua Israel dan semua kepala suku di Yerusalem untuk membawa Tabut Perjanjian TUHAN ke dalam Bait Allah. 3 Semua orang Israel berkumpul kepada raja pada hari raya itu. 4 Setelah semua tua-tua Israel datang, orang Lewi mengangkat tabut itu. 5 Mereka membawa tabut, Kemah Pertemuan, dan segala perlengkapan kudus ke dalam Bait Allah. 12 Semua penyanyi dan pemain musik dari suku Lewi berdiri dengan ceracap, gambus, kecapi, dan para imam meniup nafiri. 13 Mereka memuji TUHAN bersama-sama dengan satu suara; lalu rumah TUHAN dipenuhi awan. 14 Para imam tidak dapat terus melayani, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah Allah.
(Parafrase berdasarkan 2 Tawarikh 5:2-5, 12-14; untuk teks resmi silakan masukkan dari Alkitab Terjemahan Baru 1974.)
Khotbah: Pdt. Junita Rondonuwu-Lasut (Jemaat Kristus Indonesia Rhein-Main)
Musik: Leandro Christian
Pemberitahuan Pelayanan pada hari Minggu – Kantate
Liturgi: Riany Lengkong
Pembacaan Alkitab: Niklas Balondo
Perjamuan Kudus: Majelis Jemaat
Media Tehnik: Inke Rondonuwu
Berita Jemaat: Marsha Marcelina
Kunci: Marsha Marcelina
Persiapan pertemuan Jemaat: Grup Anugerah
Dibawah ini petunjuk untuk Perjamuan Kudus dirumah pada hari Minggu
Perlengkapan yang disiapkan
Gelas dan Anggur:
1. Siapkan sloki sesuai dengan jumlah peserta perjamuan. Jika tidak ada sloki, pakai gelas weine. Jika tidak ada gelas weine, boleh pakai gelas air minum biasa.
2. Siapkan anggur (Wein). Jika tidak ada Wein boleh gunakan trauben saft. Jika tidak ada traubensaft boleh pakai saft apa saja.
3. Tuangg Weine atau saft kedalam sloki atau gelas secukupnya.
Roti:
1. Roti boleh roti Toast atau roti biasa.
2. Roti boleh dipotong segi empat teratur, atau dicabik (dipecahkan).
Meja Perjamuan:
Taruh peralatan perjamuan Kudus diatas meja. Pasang lilin, khiasan salib (kalau ada).